[Oneshot] Home

Home
Im Yoona | Huang Zhi Tao | Wu Yifan
Marriage Life, Family, Sad
Copyright © Januari 2015 by (Icyoona)
—HAPPY READING—

Yoona duduk didepan meja makan besar itu dengan tegang. Ini adalah kali pertamanya menikmati sarapan bersama dengan namja yang baru beberapa jam ini menikahinya. Setelah lama menunggu, namja itu terlihat turun dari tangga dan berjalan kearah Yoona. Jantung Yoona berdegup kencang melihat suaminya sudah siap dengan pakaian rapinya yang semakin membuat namja itu terlihat tampan. ‘Uh, suami? Apa yang ada dipikiranmu, Im Yoona? Dia belum tentu menganggapmu sebagai istrinya.’ Batin Yoona. Continue reading

Advertisements

[Oneshot] Amnesia

Title : Amnesia | Author : icyoona | Genre : Romance, Sad | Length : Oneshot | Casts : Byun Baekhyun, Im Yoon Ah, Park Chanyeol, Kim Taeyeon | A/N : FF ini pure hasil pemikiran author sendiri, so apabila ada kesamaan alur cerita merupakan ketidaksengajaan. Don’t bash and please leave comment! Thanks for your attention.
***** HAPPY READING ALL *****
Gadis itu kembali mengerang kesakitan. Entah seberapa sakit penderitaannya hingga ia terus saja menjambak rambut hitamnya yang sebenarnya sudah berantakan karena ini bukanlah kali pertamanya gadis itu melakukan hal seperti ini. Aku, aku hanya seorang pria bodoh yang hanya bisa mendengarkan rintihan-rintahan menyakitkan itu tanpa tahu apa yang seharusnya kulakukan. Bagaimana mungkin seorang pria sepertiku yang merupakan sandaran hidup bagi wanitanya tidak ikut sakit melihat wanita yang begitu dicintai menjerit kesakitan dengan luka batin yang terus menghantuinya. Walau aku tidak benar-benar bisa merasakan kepedihan yang ia alami, namun tetap saja aku merasa bahwa beban yang ia tanggung juga merupakan bebanku. Para tim medis tengah berupaya menenangkan gadis itu dengan menyuntikkan obat bius ke lengan mungilnya. Setelah beberapa menit berselang, tak terdengar lagi suara teriakan dan rintihan itu. Kurasa obat itu bereaksi dengan cepat dan tepat walaupun ia tak sepenuhnya kehilangan kesadaran. Dengan ragu kulangkahkan kakiku mendekat padanya. Ia masih tak menyadari kedatanganku, atau memang ia tak menginginkan aku datang? Entahlah. Continue reading