[Ficlet] Farewell

Farewell
by
icyoona
Main Casts
Im Yoona | Oh Sehun
Length | Rating | Genre
668 words | PG-13 | Angst

Let’s break up!”

Kalimat itu menghentikan langkah Sehun. Hanya berdiri mematung dan mengepalkan tangan, sejauh itu yang Sehun sanggup lakukan. Jantungnya terlalu sibuk memompa darah ke seluruh tubuhnya sembari mengirimkan perasaan aneh yang membuatnya seakan meledak. Selaput tipis air sudah hampir menyelimuti manik hazelnya dan siap meluncur andai Sehun tidak menahannya sekuat tenaga.

“Aku tahu kau tidak benar-benar ingin tinggal bersamaku; mendengarku mengoceh tentang dance atau mimpi-mimpiku. Kau-” Yoona tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, karena itu terlalu menyakitkan—menyadari bahwa orang yang selama ini kau anggap mengerti dirimu ternyata hanya berpura-pura. Sehun tidak menyukai dirinya menjadi seorang dancer. Menurut Sehun, mimpi Yoona terlalu remeh dan imajiner. Masa depan seorang dancer tidak secerah designer atau arsitek—mimpi yang Sehun anggap lebih cocok untuk Yoona. Namun kembali pada kenyataan, ini mimpi Yoona maka biarlah gadis itu menentukan sendiri jalan hidupnya. “Terlalu menganggap mimpiku sebagai lelucon. Kuakui, dance tidak bisa membuatku kaya atau mendapat penghargaan Nobel atau apapun itu, tetapi setidaknya aku mencintai mimpiku. Tidak ambisius dan psycho sepertimu!”

“Ayo lakukan! Lakukan apapun yang kau inginkan,” balas Sehun cepat sembari berbalik menghadap Yoona. Mata memerah Sehun semakin kelam saat dirinya merasa ucapan gadis itu telah melewati batas. Tidak seharusnya Yoona menyangkutpautkan mimpi mereka masing-masing ke dalam kekacauan ini. Namun, Sehun tidak mengungkapkan ketersinggungannya secara gamblang; dia tidak ingin berdebat lebih dari ini.

Yoona hampir kehilangan kontrol atas dirinya. Sehun dengan mudahnya mengiyakan permintaannya—lebih tepatnya gertakannya, karena jujur dia tidak ingin benar-benar berpisah. Yoona kemudian menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan, “Selamat tinggal,” ucap Yoona akhirnya seraya berbalik dengan punggung bergetar.

Seharusnya kau tahu, aku tidak akan bertahan dua tahun hanya untuk berakhir seperti ini. Kau, mimpimu atau apapun yang berkaitan dengan dirimu adalah bagian dari hidupku. Aku hanya tidak ingin kau menyesal, Im Yoona.

::&::

Papan informasi penuh dengan tempelan kertas, salah satunya pengumuman penerimaan mahasiswa baru di University of Performing Art—sebuah perguruan tinggi bertaraf internasional satu-satunya di Korea Selatan. Dan dari ribuah pendaftar ternyata nama Im Yoona lengkap dengan keterangan lolos tertulis di sana. Sehun mengamatinya sejenak dan kemudian tersenyum. Sehun sengaja menyempatkan waktunya untuk sekadar mengecek papan informasi karena dia yakin hari ini pasti akan datang. Yoona memang tidak pernah main-main dengan keputusannya.

“Jangan tersenyum seperti itu! Kau bisa membuatku menyesal karena telah memutuskanmu.”

Sehun tidak menoleh, tidak juga terkejut, karena dia sudah terlalu familiar dengan suara itu. “Seharusnya kau memang menyesal-”

“Karena memutuskan seorang calon dokter?” Pertanyaan menggoda yang dilontarkan Yoona membuat keduanya terkekeh. “Jadi, kapan kau akan berangkat ke Amerika?”

Sehun menoleh sekilas lalu kembali mengalihkan pandangan, “Tidak dalam waktu dekat. Masih ada banyak hal yang perlu ku persiapkan.”

Apa kau percaya bahwa dua orang yang dulunya saling mencintai kini dapat berubah menjadi begitu asing? Dan itulah yang terjadi. Suasana yang meliputi mereka sangat canggung dan tidak bersahabat.

“Selamat.” Sehun tiba-tiba mengulurkan tangannya, menanti disambut hangat oleh tangan mungil Yoona yang beberapa minggu lalu masih menggelayut manja di lengannya.

Yoona sempat berpikir untuk menolak karena takut sengatan cinta yang belum sepenuhnya padam itu menyala kembali, tetapi tidak ada gunanya menghindar. Bagaimanapun Sehun adalah salah satu bagian terindah masa lalunya. Akhirnya Yoona pun menerima uluran tangan Sehun; menghapus kerinduannya akan sentuhan laki-laki itu. “Terima kasih,” ucap Yoona seraya tersenyum penuh arti. “Dan setelah ini…mungkinkah aku masih diperbolehkan merindukanmu?” Pertanyaan konyol itu meluncur dengan lancar tanpa kontrol, membuat Yoona menunduk, menyembunyikan pipinya yang bersemu.

“Tentu.” Sehun meyakinkan dengan suara dalam khasnya.

Yoona meluruskan pandangan seraya mengerutkan kening, membuat Sehun gemas untuk tidak mendaratkan tangannya di kening indah itu dan mengelusnya pelan. “Jika kau merindukanku cukup menelpon, mengirim pesan, skype, atau apapun itu. Lakukanlah! Jangan pernah berpikir bahwa kau menggangguku.” Sehun menggenggam tangan Yoona erat. Sepersekian detik gadis itu terkejut, tetapi kemudian mulai mengikuti alur. “Tidak peduli sesibuk dan sesulit apa keadaanku, aku akan selalu mengangkatnya. Sekadar menerima pesanmu atau mendengar suaramu, dan kurasa itu sudah cukup untuk mengobati sebagian kecil rinduku.”

“Tapi kita bukan lagi sepasang kekasih, Sehun-”

“Yang berubah hanya kau tidak lagi milikku. Bukankah aku tetap teman baikmu?”

::&::

Dan berakhirlah kami di sini, teman baik.

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Farewell

  1. Knp Sehun gk mencoba pertahanin sih hubungannya mlah mengiyakan gtu aj permintaan putus dri Yoona. Hiks, aku gak se7 dgn endingnya. Sequel npa thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s