BEAUTIFUL BODYGUARD [CHAPTER 2]

Title : Beautiful Bodyguard | Author : icyoona | Genre : Romance, Comedy, Action | Length : Chaptered | Main Casts : Oh Sehun, Im Yoon Ah | A/N : FF ini pure hasil pemikiran author sendiri, so apabila ada kesamaan alur cerita merupakan ketidaksengajaan. Don’t bash and please leave comment! Thanks for your attention.
***** HAPPY READING ALL *****
[Chapter 2]
Yoona dan Chanyeol sama-sama dibuat jengah oleh sikap Baekhyun yang misterius. Misterius karena ia masih saja menggantungkan kalimatnya yang entah sampai kapan akan seperti itu. “Oh Sehun itu…” Baekhyun lagi-lagi menggantungkan kalimatnya. Chanyeol yang mulai habis kesabarannya segera saja menjitak kepala Baekhyun. “Cepat katakan atau kami tidak akan mau mendengarnya.” Chanyeol dengan tegas melontarkan pernyataan yang membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya. “Baiklah aku akan mengatakannya. Oh Sehun itu lebih menyebalkan daripada Kai. Jadi untukmu Yoona-ssi, kau harus berhati-hati padanya.” Jelas Baekhyun akhirnya dengan sedikit menahan tawanya. “Dan hal itulah yang membuat semua bodyguard, pelayan, supir dan para pekerjanya meninggalkannya. Bukan begitu, Baekhyun-ah?” Sambung Kai. “Ne. Kau benar sekali, Tua Kim Jongin.” Baekhyun dan Kai ber-high five bersama-sama. Chanyeol hanya dapat menepuk keningnya seraya mengumpat kedua bocah itu, “Kenapa mereka berdua berkata seperti itu? Seharusnya mereka tidak mengatakan hal itu, bisa-bisa Yoona juga akan ikut mengundurkan diri seperti bodyguard, pelayan dan supir-supir Sehun yang lain. Memang benar Sehun itu menyebalkan, sangat menyebalkan lebih tepatnya. Ia juga kejam dan… mengerikan.” Batin Chanyeol. Yoona menghela nafasnya panjang, ia pikir mungkin ini adalah pekerjaan yang berat.
“Yoona-ah, kau boleh tinggal disini. Aku sudah memintakan ijin agar kau boleh tinggal disini kepada Yang Mulia Oh Leeteuk. Awalnya memang beliau menolak tapi karena desakan dari Yang Mulia Oh Taeyeon, maka beliau menginjinkannya.” Kata Sekertaris Lee saat pria berumur setengah abad itu melihat Yoona sedang menenteng tasnya dan bersiap untuk pulang menuju rumahnya, yang mungkin sudah tidak pantas lagi disebut sebagai rumah. “Benarkah?” Mata Yoona berbinar menatap manik mata pria paruh baya yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri itu. “Ne. Itu benar.” Jawab Sekertaris Lee seraya memeluk tubuh mungil Yoona. Sekertaris Lee merasakan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab penuh atas gadis kecil itu. Ia seperti memiliki ikatan dengan gadis yang tengah menangis dipelukannya itu. “Sekarang lebih baik kau masuk kekamarmu lalu tidur. Ingat, besok pagi-pagi sekali kau harus menjemput Tuan Muda Oh Sehun dibandara.” Sekertaris Lee menuntun langkah Yoona menuju sebuah ruangan yang akan menjadi kamar Yoona mulai detik ini. “Ini kamarmu. Apa kau menyukainya? Apa masih ada sesuatu yang kau butuhkan?” Tanya Sekertaris Lee pada Yoona setibanya mereka diruangan itu. “Ne. Aku sangat menyukainya. Ini bahkan sudah lebih dari cukup. Terimakasih Sekertaris Lee.” Yoona kembali memeluk tubuh tegap namja tua itu seraya tersenyum. “Ne. Sama-sama, Yoona-ah. Beristirahatlah, aku akan segera pulang untuk menemui istriku.” Sekertaris Lee segera melepaskan pelukannya dan melangkah meninggalkan kamar Yoona. Setelah kepergian Sekertaris Lee, Yoona langsung membantingkan tubuhnya keatas ranjang dan merentangkan kedua tangannya. “Appa dan Eomma, lihatlah sekarang takdir sedang berada dipihakku. Apa takdir juga memihak kalian? Aku berharap aku dapat bertemu dengan kalian walau hanya sedetik saja.” Lirih Yoona pada dirinya sendiri seraya mengamati langit-langit kamarnya yang berdominasi warna coklat.
05.30 Korea Standard Time
Yoona masih bergulat dengan selimut tebal yang menjadi cover tubuhnya. Ia sesekali bergumam tidak jelas seraya mengucek matanya. Ditolehnya sebuah jam weker yang berada tepat diatas meja kecil disamping ranjangnya. “Jam 05.30…” gumamnya disela kegiatannya menarik-narik selimut yang terasa berat. Sepersekian detik kemudian mata Yoona membulat sempurna saat mengingat perkataan Sekertaris Lee tadi malam. “Bukankah aku harus menjemput Tuan Muda Oh Sehun dibandara?” Tanya Yoona pada dirinya sendiri saat ia masih terbaring diranjang. Dengan cepat ia berniat menyibakkan selimutnya, namun selimutnya itu terasa begitu berat dan tepat diperut ratanya ada sebuah tangan yang melingkar disana. Yoona masih berpikir keras, mencoba menebak siapa yang berada satu ranjang dengannya. Namun sial, kali ini otak Yoona benar-benar tidak dapat berfungsi dengan baik seperti biasanya. Dengan ragu-ragu Yoona menolehkan kepalanya dan menemukan seorang namja berwajah malaikat disana tidur dengan damainya. Tiba-tiba otak Yoona kembali berfungsi dan refleks kaki jenjangnya menendang tubuh namja itu, hingga namja itu jatuh tersungkur kelantai. Tak lupa, Yoona juga menimpuki tubuh namja itu dengan bantal dan guling yang berada diatas ranjangnya. Namja itu belum sadar sepenuhnya, ia hanya dapat mengumpat seseorang yang mengganggu acara tidurnya namun setelah sebuah bantal mendarat tepat diwajah tampannya, namja itu baru tersadar sepenuhnya dan akhirnya berteriak histeris. Pelayan-pelayan yang berlalu lalang didepan ruang itupun dengan cepat membuka pintu kamar tersebut dan menemukan seorang yeoja dengan tank top dan hot pantsnya sedang melakukan perang bantal dengan tuan muda mereka. “Mianhae Tuan Muda Oh, kami tidak bermaksud untuk mengganggu kegiatan anda dan kekasih anda.” Ucap beberapa pelayan yang belum mengenal Yoona sebagai bodyguard seraya kembali menutup pintu kamar itu. “Apa yang kau lakukan dikamarku, bodoh?” Tanya Yoona dengan penuh amarah. Ia juga menyambar selimut yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri untuk menutupi tubuhnya. “Seharusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan dikamarku, hah?” Namja itu balik bertanya. Tak berbeda jauh dari Yoona, namja itupun segera memakai kembali bajunya yang sempat ia lepas karena merasakan panasnya ruangan ini. Memang panas, karena ruangan ini adalah ruangan untuk para pekerja yang tak ada satupun AC disini dan bukan ruangan untuk seorang pangeran sepertinya, ditambah lagi karena namja itu tidur tak seorabg diri melainkan tidur dengan Yoona. Tapi mungkin namja itu belum menyadarinya. “Bagaimana kau bisa masuk kesini?” Tanya Yoona lagi. Namja itu tidak menjawab, ia justru berjalan keluar kamar dan berteriak pada Kepala Pelayan Shin. “Kepala Pelayan Shin…” teriak namja itu. Seorang namja berumur 40-an tahun datang dan membungkuk memberi hormat, “Ne. Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda Oh Sehun?” Tanya kepala pelayan itu hati-hati. “Siapa yeoja itu? Dan bagaimana bisa ia berada dikamarku?” Sehun menunjuk sebuah ruangan yang ia gunakan untuk tidur sejak tadi pagi seraya menyebut ruangan itu sebagai ‘kamarku’. Kepala pelayan Shin segera mengikuti arah tunjukan tangan Oh Sehun, namun ia dibuat bingung dengan pernyataan tuannya yang menyebut ruangan itu sebagai kamarnya. “Tapi maaf sebelumnya Tuan Muda, kamar anda berada dilantai dua rumah ini. Dan ruangan yang anda tunjuk itu adalah ruangan untuk para pekerja disini.” Jelas Kepala pelayan Shin. Oh Sehun hanya dapat membulatkan matanya, ia juga menatap tak percaya pada kepala pelayan itu. “Apa kau sedang bercanda sekarang? Sejak kapan kamarku berada dilantai dua?” Elak seorang Oh Sehun tapi tiba-tiba.. DEG. ‘Lantai dua? Bukankah itu adalah letak kamarku? Lalu tadi pagi aku tidur dimana?’ Batin Oh Sehun. “Bukankah kamar anda memang berada dilantai dua? Dan kami bahkan belum pernah mendapatkan perintah dari Yang Mulia Oh Leeteuk untuk memindahkan kamar anda, Tuan Muda.” Jelas Kepala pelayan Shin sekali lagi.
Sehun’s POV
Sial! Kenapa aku bisa salah masuk kamar begini? Benar-benar memalukan. Dan lebih parahnya, yeoja itu sudah melihat betapa sixpacknya tubuhku. ‘Oh eomma, lihatlah putramu ini, aku sudah kotor. Dan yeoja itu yang menodaiku.’ Pikiran macam apa ini. Aku segera mengacak rambutku frustasi. Saat aku kembali masuk kedalam kamar yeoja itu, ia terlihat sangat marah padaku. Ia bahkan tak henti-hentinya menatapku dengan tatapan yang membunuh. Sungguh mengerikan menurutku. “Mianhae.” Satu kata keluar dari mulutku dan kurasa itu sudah cukup. Aku sudah selesai membereskan barang-barangku yang berada dikamar yeoja itu, aku segera meminta pelayan untuk membawanya kekamarku, kamar asliku. “Sekali lagi aku minta maaf, nona.” Ucapku lagi. Ini benar-benar gila, aku seorang Oh Sehun meminta maaf pada orang lain? Tidak masuk akal. “Pergilah! Aku muak melihat wajahmu.” Teriaknya kembali seraya mendorong kasar punggungku, aku hanya bisa pasrah atas perlakuan tidak sopannya padaku. Setelah dipastikan aku berada diluar kamarnya, ia segera membanting pintu coklat itu. Seorang yeoja yang menumpang dirumahku berani mengusirku? Ini sudah kelewat batas. ‘Dasar yeoja sialan! Berani-beraninya kau bersikap begitu padaku.” Umpatku dalam hati. Setelah beberapa menit aku berjalan menapaki lantai rumahku yang sangat aku rindukan, akhirnya aku sampai juga disebuah ruangan mewah yang begitu besar. Didominasi oleh warna hitam putih kesukaanku, benar-benar membuatku nyaman dan berhenti sejenak untuk memikirkan masalah tadi. Aku segera melompat keatas kasur king size-ku dengan gembira, layaknya anak kecil yang kehilangan mainannya dan pada akhirnya anak kecil itu bisa menemukannya kembali. “Nah…ini baru yang namanya kamarku.” Bisikku pada diriku sendiri seraya mengelus-elus guling yang ada dipelukanku. Tapi tunggu, kenapa rasanya aku lebih nyaman saat berada dikamar yeoja itu? Tidak sengaja tidur dengan posisi memeluknya dan saat aku terbangun aku melihat tubuh sexynya. Cantik memang, tapi mulutnya sangat pedas. Oh ayolah Oh Sehun, bangunlah dari khayalanmu tentang yeoja mengerikan itu. Dia tidak pantas untukmu, yang pantas untukmu hanyalah Jung Krystal seorang. Ingat itu!
“Apa appa dan eomma tidak ada dirumah?” Tanyaku pada seorang pelayan yang tengah menuangkan segelas air putih untukku. “Maaf Tuan muda, Tuan dan Nyonya Oh sedang pergi ke Beijing.” Jawabnya cukup ramah. “Mwo? Sejak kapan? Apa mereka tidak tahu jika hari ini aku pulang?” Sebenarnya aku tidak terkejut sama sekali mendengar hal itu, aku sudah terbiasa hidup sendiri dan ditinggal oleh orang tuaku untuk melakukan perjalanan bisnis mereka. “Mereka berangkat tadi malam, Tuan Muda.” Aku hanya ber-oh ria mendengar jawaban dari pelayan itu. Ternyata tidak ada perubahan, masih tetap sama seperti saat aku pergi meninggalkan rumah ini 2 tahun yang lalu. Saat itu aku juga sendirian, tanpa adanya orang tua yang melepas kepergianku. Dan sekarangpun saat aku kembali mereka juga tidak ada untuk menyambutku kan? Memang bisnis adalah segalanya untuk mereka. “Ada yang bisa kami bantu lagi, Tuan Muda?” Tanya seorang pelayan. “Tidak ada. Pergilah!” Perintahku pada pelayan-pelayan itu, sehingga hanya ada aku seorang dimeja makan besar itu. Saat aku sedang menyantap sarapanku, mata pure hazelku menangkap siluet yeoja yang tengah berjalan melewati meja makanku. Sepertinya ia berpura-pura tak melihatku. Aku juga berusaha untuk berpura-pura tidak melihatnya tapi apa daya, mulutku dengan cepat mengeluarkan suara yang refleks menghentikan langkahnya, “Aku ingin keluar.” Tanpa basa-basi aku segera menghampirinya dan bertatap muka dengannya. “Mwo?” Tanyanya masih dengan nada ketus. “Antarkan aku ke Cofioca.” Titahku padanya dengan gaya se-cool mungkin seraya berjalan melewatinya.
Sehun’s POV End
Perjalanan kali ini terasa begitu lengang. Sebuah mobil audi berwarna black metallic itu berjalan dengan kecepatan standar dengan dua orang yang menumpanginya. Yoona sesekali melirik tuannya itu melalui kaca spion depan, ia benar-benar merasa bahwa namja yang saat ini tengah duduk tepat dibelakangnya itu sangatlah aneh. “Aneh sekali dia. Tadi pagi dia marah-marah tidak jelas dan sekarang ia hanya diam mematung tanpa suara.” Gumam Yoona disela menyetirnya. “Aku bisa mendengarnya, bodoh. Jangan membicarakan seseorang yang sedang bersamamu.” Gerutu Sehun seraya mengalihkan pandangannya kedepan. “Mianhae.” Satu kata keluar dari mulut Yoona yang membuat Oh Sehun terpaku sejenak. “Apa yang kau katakan barusan? Bisakah kau mengulanginya lagi?” Pinta Sehun dengan antusias. Yoona yang mendengar permintaan itu hanya dapat menggelengkan kepalanya sebagai respon. “Tidak ada siaran ulang, Tuan Muda Oh Sehun.” Jawab Yoona dengan menekankan suaranya pada kalimat ‘Tuan Muda Oh Sehun’. Sehun terlihat kesal dengan jawaban yang diberikan oleh bodyguard sekaligus supir pribadinya itu. “Kita akan kemana?” Tanya Yoona kali ini. “Bukankah aku sudah memberitahumu tadi?” Sehun terlihat kembali acuh dan memalingkan pandangannya keluar jendela mobilnya. “Cofioca?” Tanya Yoona lagi. Sehun hanya mengangguk pelan seraya melirik Yoona dari ekor matanya.
Bel yang terdapat pada pintu masuk sebuah kafe tiba-tiba berbunyi saat seorang namja bertubuh jangkung melangkahkan kakinya kedalam kafe tersebut. Tiga namja yang tengah duduk dengan santainya seraya menyeruput bubble tea mereka sontak saja menghentikan aktivitasnya saat sebuah suara yang familiar tiba-tiba menyeruak kedalam indera pendengar mereka. “Apa kabar, hyung?” Chanyeol dan Baekhyun sama-sama mendongakkan kepalanya dan berhambur kedalam pelukan namja jangkung pemilik suara familiar itu seraya tersenyum gembira. “Kapan kau tiba di Korea?” Tanya Baekhyun saat matanya bertemu pandang dengan mata pure hazel namja itu. “Tadi pagi. Lebih tepatnya sekitar pukul 4.” Jawab namja itu seraya mendudukkan dirinya disebuah bangku tepat disamping Park Chanyeol. “Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali kita tidak bertemu, ne?” Kali ini Park Chanyeol yang membuka suaranya. Namja itu terkekeh, “Kau benar hyung, kita tidak bertemu 2 tahun. Apa kau merindukanku?” Tanyanya penuh percaya diri. “Tentu saja, pabbo.” Jawab Chanyeol seraya mengacak rambut pirang namja disebelahnya. Namja itu ㅡSehun, segera mengalihkan pandangannya pada sosok namja yang tengah sibuk melihat keluar jendela kafe. Ia begitu fokus mengamati seseorang yang mengantarkannya menuju tempat ini. “Jongin-ah, apa kau tidak merindukanku?” Gertak Sehun seraya melemparkan kentang goreng kearah namja yang tengah sibuk sendiri itu. “OMO~ Sejak kapan kau disini, Sehun-ah?” Jongin membulatkan matanya menatap sosok Sehun yang tiba-tiba ada disini. “Dasar namja hitam yang bodoh! Aku sudah disini sejak tadi.” Bohong Sehun. “Jinjja-yo? Kenapa aku baru melihatmu?” Kai mengulurkan tangannya kearah Sehun berniat untuk menjabat tangan kawan lamanya itu. Ua, hubungan Sehun dan Kai 2 tahun yang lalu memang sedang bermasalah. Sebenarnya hanya karena seorang Jung Krystal yang notabenenya adalah kekasih Kai, tiba-tiba memutuskannya demi Oh Sehun sahabatnya sendiri. “Kau tidak melihatku karena kau lebih tertarik untuk melihat bodyguardku kan?” Jawab Sehun seraya menjabat uluran tangan Kai. “Mwo? Apa maksudmu?” Tanya Kai bingung atau bisa dikatakan gugup. “Tidak. Tidak ada.” Sehun mengakhiri acara jabat tangannya dengan Kai.
3600 detik sudah keempat namja tampan itu bernostalgia dan mengenang masa-masa sekolah mereka dulu. Kini semuanya hanya dapat terdiam tanpa tahu topik apa lagi yang patut untuk diperbincangkan. Suasana benar-benar lengang saat keempat namja itu lebih memilih untuk melakukan aktivitasnya sendiri-sendiri. Baekhyun dan Chanyeol terlihat sedang sibuk mengutak-atik ponselnya, Sehun tengah asyik menikmati minuman favoritnya yaitu bubble milk tea yang sudah 2 tahun ini tidak ia rasakan, dan Kai yang tengah memfokuskan pandangan, hati dan pikirannya kepada seorang yeoja berjas hitam dengan skinny jeans yang berada diparkiran. Kegiatan keempat namja itu terhenti sejenak saat suara cempreng seorang yeoja dengan kemeja tak berlengan dan short skirt yang senada berteriak tepat dihadapan mereka. “Sehun Opp…” sebelum yeoja itu selesai dengan teriakannya, tanpa sengaja Sehun yang sedang meminum bubble milk teanya memuncratkannya kearah yeoja tadi. “YAK…apa yang kau lakukan, oppa?” Rengek yeoja itu dengan menyambar sebuah tissue yang tergeletak diatas meja itu. Baekhyun dan Chanyeol hanya dapat mendengus dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja yeoja itu. Sebenarnya mereka berdua tidak setuju atas hubungan yeoja itu dengan Sehun, ataupun dengan Kai. “Menyebalkan.” Cibir Baekhyun tanpa menolehkan wajahnya dari ponsel pintar yang ada digenggamannya. “Aku permisi, ne. Ada urusan yang harus kukerjakan.” Pamit Kai pada semuanya yang hanya direspon oleh anggukan. Kai berjalan santai menuju parkiran, disana ia menemui seorang yeoja cantik yang tengah mengenakan earphone dan bersenandung kecil. Kai terkekeh melihat ekspresi yeoja itu. Ia kemudian mencabut earphone yang berada ditelinga kanan yeoja itu dan memakainya ditelinga kirinya. Yeoja itu menghentikan senandungnya dan beralih menatap Kai. “Wae? Kenapa berhenti?” Tanya Kai saat ia menyadari bahwa suara yeoja itu tidak lagi didengarnya. “Kau? Kenapa kau ada disini?” Tanya Yoona acuh. Kai menatap Yoona intens, seseorang yang ditatapnyapun hanya dapat mengerjapkan matanya. “Ja…ja…jangan menatapku begitu, eoh!” Gertak Yoona seraya memukul pelan kepala namja itu. Kai hanya tertawa lebar saat melihat tingkah gugup Yoona.
Sehun yang tiba-tiba mendengar sebuah tawa yang cukup keras dari luar kafe merasa sangat penasaran dengan suara tawa yang sepertinya mulai familiar ditelinganya. Saat mata pure hazelnya menengok kearah parkiran, ia dapat menangkap dua orang yang sedang saling menatap dengan senyum yang mengembang diwajah kedua orang itu. “Ada hubungan apa antara mereka?” Batin Sehun saat mengetahui bahwa kedua orang itu adalah orang-orang yang ia kenali. “Oppa, wae-yo?” Tanya Krystal ~gadis berkemeja tanpa lengan dan mengenakan short skirt itu kepada Sehun yabg tiba-tiba berhenti mengelap wajahnya dengan tissue. “Kau tunggulah disini. Aku ada keperluan sebentar.” Titah Sehun pada Krystal seraya berlalu meninggalkan gadis itu bersama Baekhyun dan Chanyeol. Krystal berniat untuk menyusul langkah kaki Sehun, namun ia kembali mengurungkan niatnya saat suara berat Chanyeol menghentikannya. “Turutilah perkataan Sehun atau kau akan mendapat murka dari namja itu.”
To Be continued
A/N : Buat chapter selanjutnya aku masih bingung nih, soalnya ada sedikit adegan mature disana. Jadi aku bingung mau dipost bulan ini atau bulan depan setelah lebaran. Yang punya saran tolong comment ya. Terimakasih untuk readers yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan mengomentari ff absurd aku ini.

Advertisements

25 thoughts on “BEAUTIFUL BODYGUARD [CHAPTER 2]

  1. Sehun salah kamar and nyaman tdur brg yoona,, hahay.. Jongin bener2 suka sm yoona..waaahhh ada krystal juga dn dy mantan kekasih kai hah pasti deeh rumit..

  2. haha sehun salah kamar….
    tuh kan kai suka yoon tapi sehun kyanya mulai suka deh ma yoong menurutkuu
    yeee yoonhunkai

  3. wah penasaran nih sama SeYoonKai’nya sepertinya bakalan ngerebutin yoona nih… menarik banget jd tambah penasaran, thor next chap’nya cepat di post dong!!!!! 😀 … “keep writing thor”

  4. Waaah pnsrn.. Kai sm Sehun suka sm Yoona pasti entarnya..hihi
    cptn dpost thor..gpp kli dpost abis sholat tarawih..
    #plakk
    dtnggu bgt 😉

  5. Hahaha.. Sehun ada2 aja. Masa iya dia bilang kalo Yoona menodai dia.. Pake acara bilang kotor lah..
    Hell.. Emang dia perawan desa. Wkwk 😀 padahal kan dia sendiri yg salah masuk kamar.. Ckckc Tehuun..

    Si Kai.. Suka beneran nih sm Yoona.. Apakah akn ada cinta segitiga?
    Kalau bakal ada adegan maturenya. Postnya malem aja chingu,, abis teraweh bisa lah baca. Ehehe cuma saran sih.
    Next ditunggu. 😀

  6. huwahh, ternyata kai suka ma yoongie…
    oh ya beb, tlong dikasi ktrgNnya dong, mis yoona pov gitu, Agak bgung bacanya

    di post malam ajh beb.
    next ditunggu^^

  7. bakln ad cinta segitiga lg dong !
    ap selera sehun dan kai sama y ???!
    mw bulan ini at bln depan jg ok kq bcnya dah taraweh aj malm2 gt he he

  8. Sehunn ngotot kl dia.a gak slh kmr eh nxta.a slh 😀 ehehe

    sehunn jealous ama yoonkai kkkk~~~

  9. author tanda bacanya diperbaiki lagi soalnya agak bingung pas yoona lagi sama kaichanbaek eh tiba-tiba udah sama sekrestaris lee lalu sehun juga gitu dikamar eh tiba-tiba udah tau yoona siapanya dia dan dimeja makan tapi alur ceritanya bagus kok author…lanjutkan author jangan lama-lama:)

  10. Mau nambhin komen thor lp permntaan author td yg soal mature. Dishare mlm aja thor gk pa2 klo stlh puasa kyknya kelamaan dech.

  11. Kwkk…kwkk….kwkk…sehun koplak disaat sprti itu msh aja narsis. Masak ada namja dinodai yeoja,lagipula saat akan tdr apa tdk liat klo dikasur sdh ada orngnya. Keliatannya sehun jg love at first sight sm yoona kyk kai cm dia blm nyadar beda ama kai yg udh terang2an.

  12. Hahaha Sehun lucu jg. Mana ada namja dinodai yeoja? Bukankah sebaliknya?
    Sehun kok bisa salah kamar gitu sih?
    Kai suka ma Yoongie yaa ciee… Si Sehun mau ngapain? Kok sepertinya dia mau menghampiri KaiYoon, pengen ikut gabung yaa xD
    Mature? Share malam aja. Kalo setelah lebaran menurutku kelamaan-_-

  13. Kiraiin baekhyun mau ngomonga apaan :/
    aduh sehun kok kamu bisa salah kamar sih?
    Update soon ya thor, jgn abis lebaran kelamaan hehe 😀 kalo gak update nya malem aja.
    Keep writing yaa 😉

  14. Amaizing, keren. Makin penasaran. Panjangin donk thor cerita, abis kependeka banget. Next~

  15. OMG!!! kai prnah pacaran ama krystal, trus mereka putus gegara ‘Tuan Muda Oh Sehun’ *niru ala yoona* #Plak

    wuuuwwww sukaaa buangett ama ni ep ep… *standing applause bareng Obama* 😀

    What??? next chap. ada adegan mature?? *tutup mata rapat2* jgn dipost pas hbs lebaran.. kelamaan + nnt gk seru thor~ 😀

    pas wktu maghrib hbis buka puasa aja dipost, ntar kan enak.. *bebas* wkwkwk 😀 #Plak

    Ditunggu next chap. ne 😉 pliss update soon :3

  16. Kern
    Makin seru
    Astga sehun oppa
    Ko bsa slah kamar
    Hehehe
    Publish blan ne aj thor:D
    Tpi malm aj
    Wkwkwkkw
    Mw ngpa’n tu sehun oppa
    D tnggu chap slnjtnya

  17. chingu kerenn, lanjut chingu kayanya kai suka deh sm yoona, aku penasaran sm kelanjutannya:)
    next chapter chingu, jangan lama” ya chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s